Cari Penginapan Dan Penerbangan Terbaik Di Indonesia


Sabtu, 19 Mei 2012

Hati Hati Diabetes pada Anak

Beberapa waktu lalu saya coba baca baca berita international kategori kesehatan di salah satu media online inggris, menerapkan bahwa Diabetes Pada Anak Akibat Obesitas sangat berbahaya dan lebih sulit disembuhkan dari pada orang dewasa.

Penelitian besar pertama terhadap penyakit diabetes tipe 2 pada anak-anak obesitas telah mencapai suatu kesimpulan yang memprihatinkan, bahwa pada anak-anak obesitas penyakit diabetes bukan hanya berkembang lebih cepat, namun juga menjadi kurang responsif terhadap pengobatan.
Dr. David M. Nathan, penulis pada penelitian ini dan Direktur Pusat Diabetes di Massachusetts Hospital menyatakan, bahwa pertumbuhan yang cepat dan perubahan hormonal yang intens pada masa pubertas memainkan peran terhadap sulitnya mengontrol diabetes pada remaja.
Sebelum era 1990-an penyakit diabetes hampir tidak pernah diderita anak-anak. Namun para ahli mengatakan setiap peningkatan suatu penyakit akan menjadi sesuatu yang serius di masa depan. Sekitar 3.600 kasus baru setiap tahunnya terjadi selama kurun waktu 2002-2005. Data ini belum termasuk yang terjadi pada tahun-tahun terakhir.
Penelitian ini melibatkan 700 anak-anak berusia 10 sampai 17 tahun dari pusat medis di seluruh Amerika selama 4 tahun. Studi ini mengungkap bahwa obat oral yang biasa digunakan untuk diabetes tipe 2 berhenti bekerja pada setengah dari pasien diabetes selama beberapa tahun. Suntikan insulin harian menjadi cara untuk mengontrol gula darah mereka. Para peneliti menemukan bahwa obata-obatan ini bekerja lebih baik pada orang dewasa.
Masalah yang akan berlanjut akibat tidak terkontrolnya diabetes adalah secara signifikan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, masalah mata, kerusakan saraf, amputasi dan ginjal. Semakin lama seseorang memiliki penyakit semakin besar risikonya. Secara teori, anak-anak yang telah mengembangkan diabetes akan menderita komplikasi jauh lebih awal dalam kehidupan mereka, dibandingkan orang dewasa.
"Anda harus benar-benar mengawasi anak Anda dan menolongnya menjalani terapi secara personal," kata Dr. Barbara Linder, penasihat senior untuk penelitian diabetes anak di Institut Nasional Diabetes dan Pencernaan dan Penyakit Ginjal, Amerika. 



Akibat Tidur Kelamaan

Tidur Terlalu Lama? Sehatkah?
Akibat Tidur Kelamaan ada lho.. Kita tentu tahu bahwa waktu tidur yang kurang dapat mempengaruhi performa kerja serta dapat meningkatkan resiko hipertensi, penyakit jantung dan diabetes. Namun, ternyata waktu tidur yang lama pun memiliki efek yang kurang baik bagi kesehatan! Penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki waktu tidur lebih dari 8 jam per hari lebih rentan terkena metabolic syndrome dibandingkan responden yang tidur 6-8 jam per hari1.

Apa itu Metabolic Syndrome?
Metabolic syndrome adalah kelompok faktor risiko terkait obesitas yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke1. Adapun faktor resiko tersebut antara lain:

Tingginya kadar lemak di perut (ditandai dengan nilai lingkar pinggang lebih dari 80 cm bagi wanita atau lebih dari 90 cm bagi  pria)
    Kadar trigliserida tinggi (lebih dari 150 mg/dl)
    Kadar kolesterol HDL yang rendah (lebih dari 35 mg/dl untuk pria dan lebih dari 39 mg/dl untuk wanita)
    Tekanan darah tinggi (lebih dari 140/90 mmHg)
    Gula darah puasa tinggi (lebih dari 100 mg/dl)

Seseorang didiagnosis mengalami metabolic syndrome apabila memiliki 3 atau lebih faktor resiko di atas. Adapun seseorang yang mengalami metabolic syndrome akan lebih rentan terhadap penyakit jantung koroner, diabetes, hipertensi, stroke, dan masalah kesehatan lainnya1.

Hubungan lama tidur dengan Metabolic Syndrome
Responden yang memiliki waktu tidur di atas 8 jam per hari ternyata memiliki risiko metabolic syndrome 15% lebih tinggi dibandingkan responden yang tidur 6-8 jam per hari1. Hal ini diduga berkaitan dengan fungsi proinflammatory cytokines. Tingginya kadar proinflammatory cytokines berdampak pada peningkatan lamanya waktu tidur. Proinflammatory cytokines ini pun memiliki efek yang buruk terhadap homeostasis glukosa serta fungsi β-cell yang dapat berujung pada diabetes2.

Selain itu, lamanya waktu tidur bisa saja menjadi kompensasi dari kualitas tidur yang kurang baik. Tubuh akan mengompensasikan kualitas tidur yang kurang baik dengan waktu tidur yang lebih panjang. Padahal, kualitas tidur yang kurang baik dapat berujung pada penurunan sensitivitas insulin yang dapat berujung pada diabetes2.

Tidur kurang dari 6 jam ataupun lebih dari 8 jam per hari berdampak pada risiko metabolic syndrome. Karena itu, usahakan untuk tidur selama 6-8 jam per hari. Perbaiki juga kualitas tidur Anda agar tubuh Anda dapat beristirahat dengan baik!




Paling Populer