Cari Penginapan Dan Penerbangan Terbaik Di Indonesia


Senin, 14 Mei 2012

Kebiasaan Unggul Top Leader MLM

Inilah saatnya anda menjadi seorang Top Leader MLM dengan meniru Kebiasaan Unggul Top Leader MLM, karena anda juga harus tau bahwa sesungguhnya seorang yang hebat dan sukses itu memiliki kebiasan hebat pula.
Hampir semua top leader MLM memiliki kebiasaan-kebiasaan unggul yang memperkuat karakter mereka, menghantarkan mereka ke puncak pencapaian, serta menjadikan sukses mereka di bisnis ini berkelanjutan. Apabila kebiasaankebiasaan top leader ini dilakukan oleh setiap distributor MLM, maka peluang mereka untuk dapat meraih kesuksesan juga semakin terbuka lebar. Apa saja kebiasaan unggul para top leader MLM? Berikut prinsip-prinsipnya.

1. Menjadi Pemenang
Seorang top leader MLM adalah juga seorang pemenang. Berpikir positif sebagaimana dilakukan oleh para pemenang sudah harus menjadi menu utama dalam upaya kita membangun jaringan bisnis MLM. Memberi komentarkomentar positif yang jujur dan tulus kepada orang lain merupakan investasi kepribadian. Maka, jika kita mulai berpikir dan mengatakan hal-hal negatif, berhentilah! Sebab, seorang top leader MLM selalu mengatakan hal-hal yang mengindikasikan bahwa memang ia adalah seorang pemenang. Dan, pemenang sejati adalah mereka yang— bukan saja bisa membuat orang lain merasa jadi pemenang, tetapi—sungguh-sungguh mampu menjadikan orang sebagai pemenang.

2. Menjadi Duta Besar
Seorang top leader MLM memiliki posisi strategis di antara perusahaan sebagai mitra dengan grup yang dikembangkannya serta masyarakat umum sebagai pelanggan mereka. Karena tanggung jawab yang besar inilah, maka dalam bersikap, berbicara, dan berperilaku, para top leader ini harus sangat berhati-hati. Sebagai panutan para distributor sekaligus mitra strategis perusahaan MLM, mereka tak ubahnya mercusuar yang harus memandu kapalkapal yang berlalu-lalang dengan segala tujuan dan kepentingannya. Nah, prinsip ini sejatinya juga harus dipegang oleh setiap leader di berbagai jenjang kedistributoran. Bahkan, prinsip ini harus sudah harus diduplikasikan dalam jaringan sejak dini.

3. Terus Melahirkan Pemenang
Rutin merekrut bukanlah keharusan bagi distributor baru saja. Sebab, dari merekrutlah dibuka kemungkinan lahirnya para pemenang atau leader baru. Seorang top leader yang sudah mapan dan sangat senior pun harus terus merekrut member baru. Tentu saja, cara merekrut seorang top leader pasti sedikit beda nuansanya dengan mereka yang baru bergabung. Yang pasti, top leader mampu merekrut orang dengan cara yang elegan, efektif, dan efisien. Dan, kemampuan hebat ini malah sudah menjadi kebiasaan yang semakin memantapkan posisinya.

4. Mendewasakan Leader
Rutin merekrut member memang penting. Namun, tak kalah penting lagi adalah kebiasaan menemukan member yang berbakat memimpin jaringan. Merekalah yang nantinya bisa kita andalkan untuk membangun dan mengembangkan organisasi bisnis bersama-sama. Faktanya, memang banyak distributor baru yang puas hanya sebagai pelanggan, memperoleh harga diskon, namun tidak berniat mengembangkan bisnis. Nah, seorang top leader memiliki kemampuan dan kebiasaan untuk menemukan para leader baru.

Kemudian, lebih dari sekadar menemukan leader baru, seorang top leader harus mampu menggembleng dan mendewasakan para leader baru. Kemampuan ini pun harus dijadikan sebagai sebuah kebiasaan unggul. Kita semua tahu, bisnis MLM penuh dengan tantangan dan beragam persoalan. Dan, tugas top leader-lah untuk mematangkan mereka supaya menjadi leader yang matang oleh pengalaman dan kuat oleh tantangan. Semakin banyak leader baru yang berhasil dimatangkan dan didewasakan, maka akan semakin mapan pula posisi seorang top leader. Namanya akan semakinmelegenda. Dan, ini sungguh-sungguh dapat memperkuat jaringan bisnis grup yang dibangun dan dikembangkan.

5. Terus Asah Gergaji
Inilah nasihat Stephen Covey yang tidak akan lekang oleh waktu. Bahwasannya, kita harus selalu mengasah diri dan menjalani proses pembelajaran sepanjang hayat. Apa yang telah kita pelajari, kita kuasai—bahkan kalaupun itu sudah merupakan kebiasaan—ada kalanya mengalami penumpulan. Sama seperti gergaji yang tidak tajam lagi— sekalipun masih bisa dipakai untuk memotong balok kayu—tetapi waktu dan tenaga yang dibutuhkan pastilah lebih banyak. Itu berarti, kita tidak lagi bisa meraih tujuan secara efektif dan efisien.

Seorang top leader MLM, dengan segala kemapanan posisi kedistributoran, senioritas, dan pengalamannya yang kaya di industri ini, tetap membutuhkan amunisi baru. Amunisi ini berupa keterampilan-keterampilan baru, wawasan baru, kreativitas baru, dan berbagai hal yang bermanfaat—bukan saja untuk dirinya sendiri, namun juga bermanfaat bagi jaringan bisnisnya. Mengapa perlu amunisis baru? Karena, segala sesuatu berubah, dan persoalan baru tidak selalu bisa diselesaikan dengan paradigma lama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Paling Populer