Cari Penginapan Dan Penerbangan Terbaik Di Indonesia


Rabu, 30 Mei 2012

Apa Penyebab, Komplikasi, dan Klasifikasi Hipertensi

Berikut adalah jelaskan tentang angka kejadian di populasi masyarakat (epidemiologi), penyebab, komplikasi, dan klasifikasi hipertensi sebelum menuju pada penatalaksanaan atau solusi hipertensi.

Epidemiologi

Angka kejadian hipertensi pada penduduk berusia lanjut (lebih dari 59 tahun) mencapai 65,4%. Di Amerika, menurut National Health and Nutrition Examination Survey (NHNES III); paling sedikit 30% pasien hipertensi tidak menyadari kondisi mereka, dan hanya 31% pasien yang diobati mencapai target tekanan darah yang diinginkan dibawah 140/90 mmHg.

Riset di Amerika Utara telah menunjukkan bahwa hipertensi adalah kontributor utama pada 500.000 kasus stroke (dengan 250.000 kematian) dan 1 juta kasus infark miokard (dengan 500.000 kematian) per tahun.

Di Indonesia, penderita hipertensi yang berobat teratur di Puskesmas sekitar 22,8% sedangkan yang tidak teratur mencapai 77,2%.

Penyebab

Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi disebabkan oleh multifaktor antara lain:

1. Obat-obatan (golongan NSAID, kontrasepsi oral, steroid, liquorice, golongan sympathomimetics).
2. Penyakit atau kelainan ginjal (ada riwayat keluarga, pernah sakit, sedang sakit, ada protein di dalam kencing atau proteinuria, ada darah di dalam kencing atau haematuria, ginjal teraba: pada kasus polycystic, hydronephrosis, atau keganasan/neoplasm).
3. Penyakit atau kelainan renovascular (misalnya: abdominal/loin bruit)
4. Phaeochromocytoma (gejala-gejala paroxysmal)
5. Sindrom Conn (tetany, kelemahan otot, polyuria, hypokalaemia)
6. Coarctation (radio-femoral delay atau pembuluh nadi di tulang paha lemah)
7. Cushings (penampilan secara umum)
8. Ada pula kecenderungan genetik. Menurut riset genetika dan biologi molekuler, polymorphisms dan mutasi gen seperti: angiotensin gene, angiotensin converting enzyme, B2 adrenergic receptor, adducin, angiotensinase C, renin binding proteins, G-protein B3 subunit, atrial natriuretic factor, dan insulin receptor juga berhubungan dengan perkembangan essential hypertension.

Komplikasi

Bila tidak ditangani dengan baik, maka hipertensi bisa berkomplikasi di otak (salah satunya berakibat stroke), penyakit jantung, dan berbagai penyakit ginjal lainnya. Memang sih, pada awalnya hanya ada gejala sakit kepala (pusing), gangguan penglihatan, mata berkunang-kunang, bahkan beberapa orang belum merasakan gejala atau tanda apapun. Sehingga tidaklah mengherankan bila hipertensi sering dijuluki sebagai si Pembunuh Perlahan alias "the silent killer".

Selain itu, hipertensi juga dapat mengakibatkan komplikasi berikut, seperti: TIA (transient ischemic attack, atau mini-stroke), dementia (pikun), carotid bruits, gagal jantung, infark miokard, angina, penyakit pembuluh darah tepi (peripheral vascular disease), ada protein di kencing (proteinuria), gangguan ginjal (meningkatnya serum creatinine).

Klasifikasi

Di dalam mengobati hipertensi secara ilmiah, maka dokter akan berpedoman pada beberapa konsensus atau rekomendasi yang ada, antara lain:
1. British Hypertensive Society
2. European Society of Hypertension (ESH)
3. Joint National Committee (JNC)
4. National Heart Lung Blood Institute (NHLBI)
5. UK's NICE
6. WHO dan International Society of Hypertension Writing Group (ISWG)
7. Konsensus Perhimpunan Hipertensi Indonesia

Berikut ini kami jelaskan salah satu klasifikasi hipertensi menurut JNC. (Menurut kami, kriteria ini yang paling sederhana, mudah dimengerti, dan mudah diaplikasikan)

Klasifikasi tekanan darah untuk orang dewasa berusia ≥ 18 tahun menurut JNC VII:
1. Normal bila tekanan sistolik <120 mmHg dan tekanan diastolik < 80 mmHg.
2. Prehipertensi bila tekanan sistolik 120-139 mmHg dan tekanan diastolik 80-89 mmHg.
3. Hipertensi derajat I bila tekanan sistolik 140-159 mmHg dan tekanan diastolik 90-99 mmHg.
4. Hipertensi derajat II bila tekanan sistolik ≥ 160 mmHg dan tekanan diastolik ≥ 100 mmHg.

Jadi intinya, menurut kriteria JNC VII, tekanan darah normal manusia adalah kurang dari 120/80. Dikatakan hipertensi bila tekanan darah lebih dari 140/90.

Dua tekanan darah arteri yang biasanya diukur, tekanan darah sistolik (TDS) dan tekanan darah diastolik (TDD). TDS diperoleh selama kontraksi jantung dan TDD diperoleh setelah kontraksi sewaktu bilik jantung diisi. Definisi TDS adalah: kekuatan tekanan darah tertinggi terhadap dinding arteri sewaktu jantung berkontraksi.

Kapan Dirawat di RS?

Rekomendasi The British National Formulary adalah sebagai berikut:
1. Tekanan darah >220/>120 mm Hg: terapi segera.
2. Tekanan darah 200–219/110–119 mm Hg: konfirmasikan setelah 1–2 minggu, lalu rawat.
3. Tekanan darah 160–199/100–109 mm Hg: konfirmasikan setelah 3–4 minggu, lalu rawat.

Sumber : Health.com dan Helath.detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Paling Populer